Afghanistan VS USA
AS menginvasi Afghanistan sejak tahun 2001 dengan tujuan untuk menumbangkan pemerintahan Taliban yang saat itu berkuasa, pengahancuran pemerintahan Islam Afghanistan mendapat dukungan luas dari sekutu Amerika, sialnya milyaran dollar biaya perang tak mampu menghancurkan Rakyat Afghanistan, meskipun Amerika telah banyak mengorbankan meliternnya sebagai tumbal kerakusan pemerintah USA.
Amerika selalu berjanji akan segera meninggalkan Afghanistan hanya opini belaka, nampaknya USA sama sekali tak berniat untuk segera minggat dari bumi Afghanistan sebelum penduduk muslim belingsatan bagai cacing kepanasan. USA tak akan pernah gembira meilhat negara muslim tenang ditengah kedamaian, mereka akan selalu mencari seribu alasan untuk mengahncurkan setiap negara muslim, apalagi negera muslim yang menentang kebijaksanaan Internasionalnya. Invansi ke Afghanistan memang sebelumnya telah dierencanakan tapi belum ada alasan yang tepat, hal mana terjadi setelah penyerangan Word Trade Centre (WTC) di New York, sebuah rekayasa penyerangan WTC yang banyak menelan korban dan sampai saat ini belum jelas siapa pelakunya menjadi moment yang tepat untuk membumi hanguskan Negara Muslim yang masih seumur jagung, perlawanan yang tak seimbang membuat Afghanistan porak poranda, darah dan air mata kaum muslimin menbanjiri jazirah Afghanistan sementara pemimpin negara-negara muslim tak mampu berbuat banyak hanya mampu duduk tersipu diatas singgasana jabatan tak nampak sedih dan bergerak segera mencegah pembantain yang dilakukan negara-negara kapitalis yang haus darah, apalagi saat ini banyak tan da-tanda Sumber Daya Alam terutama minyak bumi dengan milyaran barel masih tersembunyi di jazirah Afghanistan telah dideteksi USA, membuat Amerika banyak mencari alasan untuk tetap bercokol di bumi Afghanistan.
Sepuluh tahun perang yang dilancarkan tak mampu membuat Rakyat Afghaistan lemah. Kita tidak tahu apa yang terjadi dibalik perang ini, walhasil kita mengakui kaum muslimin tak akan mampu mengalahkan Amerika dengan keluatan senjata, tapi perlu kita ketahui USA dan sekutunya tak akan mampu Rakyat Afghanistan dan kaum muslimin menjadi lemah, justru akan terjadi sebaliknya, biarlah perang terjadi tapi dakwah pencerahan terhadap Islam keseluruh dunia termasuk Amerika harus terus berjalan secara intensif dan berkesinambungan. USA biarlah berencana mengalahkan kaum muslimin dengan senjata, tapi kaum muslimin akan mampu menyelamatkan Amerika dengan Syare’at Islam, jika tidak sekarang kita Amanah kepada generasi terlahir hari ini, lawanlah USA dengan Dakwah suatu ketika nanti Amerika berbalik akan menjadi penguasa dibawah pemerintahan Islam. (Wallahua’lam Bishoab)
Hutang Lagi-Hutang Lagi
Indonesia Sayang, Indonesia banyak Hutang, – Hutang-hutang hutang lagi, dari zaman kuda gigit besi sampai kuda makan roti hutang gak pernah habis-habis ( pepapatah orang tua), emang ada kuda gigit roti, ya namanya cuma istilah, kayaknya Pemerintah Indonesia mau ngutang lagi, padahal Hutang Indonesia udah seleher (istilah orang betawi jika kebanyakan hutang) yang kalau gak kebayar bisa kebawa sampai matia, rupa-rupanya Indonesia mau bawa hutang sampai mati, itu terlihat dari gelagat Bapak Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Sepulang dari Amerika Serikat dan Jepang. Omong punya omong Bapak Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti mau ngelancong lagi ke EROPA, bisa mungkin kepergiannya nanti ngerayu agar bisa dapet hutang lagi…..wah siapa yang bayar ya….kalau Negara Hutang terus….
Sampah
Banjir…banjir, lagi..lagi banjir saat hujan lebat mengguyur Jakarta, itulha keluhan masyarakat saat hujan mengguyur Jakarja, Bukan saja banjir masih banyak lagi sederet persoalan yang mendera kota seakan tak pernah ada habisnya, sudah banjir air, banjir sampah lagi terus bau juga, apa ada ? Ibu Kota Negara lain yang selalu kebanjiran, sampah menggunung dimana-mana, gotnya mampet dan bau busuk yang menyengat, belum lagi persoalan GEPENG (gembel dan pengemis) selalu melengkapi ketidaknyamanan Ibu kota negara Republik Indonesia sebuah kota yang menjadi kebanggaan ini. bagaimana dengan kinerja Pemerintah Daerah dalam persoalan ini?…….
Nazaruddin Sempat Mampir ke Guangzhou China
Jakarta – Menkum HAM Patrialis Akbar menuturkan mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin telah melalui sejumlah kota di Asia di tengah pelariannya. Nazaruddin sempat menginjakkan kakinya ke Guangzhou di China.
“Waktu tanggal 20 Juni itu informasinya ada di Ho Ci Minh (Vietnam). Jadi ada perjalanan ke sana ke Ghuangzhou (China), Kuala Lumpur, tapi terakhir posisi dia di mana kita nggak tahu,” kata Patrialis.
Hal ini disampaikan Patrialis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2011).
Patrialis menuturkan Nazaruddin menggunakan paspor biasa selama perjalanan tersebut. Petugas imigrasi sudah diminta untuk melacak keberadaan Nazaruddin.
“Kalau menurut imigrasi dia pakai paspor biasa. Waktu pengecekan langsung disana. Jadi sudah on the spot juga di sana. Kalau berkaitan dengan itu semua pejabat negara itu punya hak untuk memiliki paspor biru maupun paspor biasa,” tuturnya.








